Ada yang membawa cangkul, ada yang membawa sekop, ada yang membawa makanan... ada pula yang membawa diri..... Tujuan jemaat sama, mempersembahkan tenaganya untuk pembangunan gedung gereja dengan cara kerja bakti meratakan tanah turap....
Jemaat dengan penuh keikhlasan dan keceriaan bahu-membahu mencangkul, menyekop tanah turap lalu memasukkan ke dalam gerobak untuk kemudian dibawa ke bagian turap yang belum berisi tanah. Adapula yang menggotong tanah dengan ember ataupun pengki.
Tak ketinggalan, anak-anakpun ikut serta kerja bakti...
Kerja bakti memindahkan tanah menjadi agak ringan ketika bantuan 20 ember datang dari salah satu jemaat... dengan cara estafet, tanah dipindahkan sedikit demi sedikit...
Keringat bercucuran... baju dan tubuh penuh lumpur..... tapi tak tampak wajah murung, semua ceria, semua tertawa. Yang sudah lelah beristirahat.... yang masih kuat terus bekerja bakti...
Setelah kurang lebih 4,5 jam kelelahan bekerja bakti, semua beristirahat di bawah teduhnya pohon mangga... ngobrol-ngobrol sambil menikmati teh, kopi susu dan makanan kecil.... Pekerjaan memang belum selesai.... dan semua sepakat 2 minggu lagi setelah Perjamuan Kudus akan dilakukan kerja bakti lagi....
Banyak hal yang bisa dipetik dari kegiatan ini, disamping untuk menghemat biaya pembangunan... juga dapat menambah keakraban dan kebersamaan atar jemaat.... 
Sebagai rangkaian perayaan Natal, pada bulan Desember yang lalu juga dilakukan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako bagi warga sekitar gereja yang membutuhkan yaitu di sekitar Ruko Taman Kebalen (RTK), Ruko Permata Hijau (RPH) dan Bambu Kuning.
Prinsip kesederhanaan mewarnai perayaan Natal ini, mengingat saat ini Wilayah Utara sedang membutuhkan banyak dana untuk pembangunan gedung gereja di Bambu Kuning. Walaupun sederhana, namun tidak menghilangkan makna dan kemeriahan hati menyambut Natal. Iringan musik keroncong yang dimainkan oleh Keroncong Agape cukup dapat membawa hati dan pikiran larut dalam kehikmatan kebaktian Natal.
Kemeriahan Natal tetap terlihat karena acara Ibadah maupun Perayaan Natal melibatkan seluruh kelompok dan kategorial yang ada di Wilayah Utara.
Semuanya larut dalam sukacita natal, baik yang tua, muda maupun anak-anak. Anak-anak sekolah minggu mengisi acara dengan gerak dan lagu, sedangkan adik-adik remaja dan mas-mbak pemuda-pemudi mengisi dengan Vocal Group.
Setiap kelompok berupaya dengan sungguh-sungguh menampilkan kepiawaian mereka dalam olah vocal. Tidak dalam rangka bersaing memperebutkan kejuaraan vocal group, tetapi dengan kesungguhan hati dan jiwa memuji Allah.
Bahkan, ada juga persembahan tarian tradisional Bali dari remaja dan tarian modern dari mbak-mbak pengajar Sekolah Minggu, semua adalah sebagai ungkapan sukacita yang amat dalam atas kelahiran Kristus sang juru selamat.
Tak ketinggalan para pemuda dari gereja induk dan Wilayah Barat ikut memeriahkan acara ini. Mas-mas pemuda dari gereja induk cukup atraktif memainkan instrumen tabuh...
Sementara itu, koor yang amat merdu dipersembahkan oleh kawan-kawan pemuda-pemudi Wilayah Barat.
Sampai berjumpa di kebaktian & perayaan Natal tahun depan.... 






